Prabowo Seskoad: Presiden Tekankan Adaptasi TNI Hadapi Geopolitik Global
Plat Merah – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar taklimat di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, Senin 25 Mei 2026, dengan menegaskan tema utama “Prabowo di Seskoad: TNI harus adaptif hadapi dinamika global [titlebase]”. Lebih dari seribu perwira siswa TNI dan Polri menyimak arahan langsung presiden, menandai momen bersejarah pertama kali seorang kepala negara aktif turun langsung ke lembaga pendidikan militer tertinggi.
Acara dimulai dengan sambutan resmi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, diikuti oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta pejabat‑pejabat tinggi kementerian pertahanan dan keamanan. Sekitar 1.095 perwira siswa dari TNI‑Polri, termasuk peserta Sesko AD, AL, AU, dan Sespimti Polri, hadir dalam suasana khidmat yang dimeriahkan dengan nyanyian “Maju Tak Gentar” dan “Indonesia Raya”.
Mayor Cke Amarullah, perwakilan Sindikat 08 Dikreg LXVII, menyampaikan inti taklimat setelah Presiden selesai berbicara. “Yang paling utama kalau kami simpulkan bahwasanya kita harus mampu untuk beradaptasi. Beradaptasi dengan perkembangan. Kita tahu sendiri dinamika geopolitik yang begitu ekstrem perubahannya. Nah, kita juga sebagai perwira‑perwira TNI harus mampu untuk beradaptasi,” ujar Amarullah, menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktis di tengah perubahan cepat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa doktrin TNI perlu terus diperbaharui agar selaras dengan realitas geopolitik yang terus berubah. Ia menambahkan, “Sehingga ke depan TNI juga harus mampu untuk mengganti doktrin‑doktrinya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.” Pernyataan ini kembali menggarisbawahi pesan kunci “Prabowo di Seskoad: TNI harus adaptif hadapi dinamika global [titlebase]” yang diulang secara konsisten selama sesi, menekankan urgensi transformasi struktural dan operasional.
Taklimat tersebut tidak hanya berfokus pada aspek militer, melainkan juga menyinggung peran strategis Indonesia dalam arena internasional. Presiden menyoroti persaingan strategis global, perubahan aliansi, serta ancaman non‑konvensional seperti siber dan perubahan iklim yang menuntut TNI menjadi lebih fleksibel dan inovatif. Dalam konteks ini, pernyataan “Prabowo di Seskoad: TNI harus adaptif hadapi dinamika global [titlebase]” menjadi landasan bagi seluruh peserta untuk menginternalisasi nilai‑nilai adaptasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Presiden Prabowo juga meresmikan museum dan perpustakaan Seskoad yang baru direnovasi, menandai komitmen jangka panjang terhadap pengembangan sumber daya manusia militer. Kehadiran Kasad Maruli, bersama pejabat‑pejabat tinggi, menambah bobot simbolik bahwa transformasi pendidikan militer mendapat dukungan penuh dari pucuk pimpinan TNI.
Tak lama setelah taklimat, Presiden melanjutkan agenda luar negeri dengan keberangkatan ke Prancis untuk merayakan Idul Adha, menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia tetap aktif di panggung global. Meskipun berada di luar negeri, pesan utama tetap konsisten: “Prabowo di Seskoad: TNI harus adaptif hadapi dinamika global [titlebase]”. Hal ini mencerminkan kesinambungan visi antara kebijakan dalam negeri dan diplomasi internasional.
Para perwira siswa menutup sesi dengan doa dan komitmen penuh untuk mengimplementasikan arahan presiden. Mereka menyatakan kesiapan 100 persen mendukung visi Prabowo Seskoad, serta berjanji menjawab tantangan strategis yang akan datang dengan profesionalisme dan semangat kebangsaan. Dengan landasan adaptasi yang ditekankan, diharapkan TNI akan terus menjadi kekuatan penyangga kedaulatan Indonesia di era geopolitik yang semakin kompleks.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












