Program Latsarmil Koperasi Merah Putih Disorot Usai 3 Peserta Meninggal, Ini Tuntutan DPR dan Amnesty
Latar Belakang Program dan Kontroversi
Plat Merah – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Koperasi Merah Putih awalnya dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia dalam mengelola koperasi desa dan kampung nelayan. Namun, program yang diikuti sekitar 35.000 peserta dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ini kini menjadi sorotan setelah tiga peserta meninggal dunia dalam kurang dari dua minggu. Korban terbaru, Novia Rahmadhani Sihotang, dinyatakan meninggal akibat tuberkulosis (TB) saat menjalani pelatihan di fasilitas TNI di Jakarta. Dua korban sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq dan Anisa Muyassaroh, juga ditemukan meninggal secara misterius di lokasi pelatihan di Baturaja dan Balikpapan.
Kronologi Peristiwa
| Nama | Tanggal Meninggal | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Yonanda Muhammad Taufiq | 17 Juni 2026 | Baturaja, Sumsel | Korban pertama |
| Anisa Muyassaroh | 18 Juni 2026 | balikpapan, Kaltim | Korban kedua |
| Novia Rahmadhani Sihotang | 23 Juni 2026 | Jakarta, DKI Jakarta | Korban ketiga (TB) |
Kritik dan Tuntutan Hak Asasi
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mempertanyakan klaim pemerintah bahwa seluruh peserta telah lolos pemeriksaan kesehatan sebelum program dimulai. Menurut Usman, keluarga dan publik berhak mengetahui penyebab kematian para korban secara transparan. Ini menjadi alasan kuat bagi Amnesty untuk meminta penyelidikan independen. Selain itu, organisasi HAM ini juga menuntut penghentian program tersebut dengan alasan pelatihan militer dinilai tidak relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan pengelola koperasi, yang lebih membutuhkan keterampilan manajerial dan kewirausahaan.
Analisis DPR dan Pakar Kebijakan
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyatakan keprihatinannya atas tragedi ini. Ia menegaskan bahwa fokus pelatihan seharusnya lebih pada penguatan kapasitas manajemen koperasi, bukan latihan militer berat. “Jika tujuan program adalah mempersiapkan manajer koperasi, maka latihan baris-berbaris atau apel saja cukup untuk membangun disiplin, bukan latihan fisik ekstrem yang berisiko,” ujarnya. Hasanuddin juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan transparan.
Perspektif Akademik
Pakar kebijakan publik dari UGM, Agustinus Subarsono, menilai pendekatan militer berpotensi mengubah prinsip dasar koperasi, yaitu partisipasi anggota dan musyawarah, menjadi sistem komando. “Latihan militer cenderung mengedepankan hierarki dan perintah, sedangkan koperasi membutuhkan koordinasi kolektif dan demokratis,” jelas Subarsono.
Dampak dan Implikasi
- Ketidakpercayaan Publik: Kejadian ini memicu ketidakpercayaan terhadap transparansi dan etika pelaksanaan program pemerintah.
- Reformasi Metode Pelatihan: DPR dan DPRD daerah mungkin akan meminta evaluasi metode pelatihan militer dalam program serupa.
- Kebijakan Kesehatan: Pemerintah diminta untuk memperketat standar pemeriksaan kesehatan peserta pelatihan berisiko tinggi.
Kritik terhadap Relevansi Program
Banyak pihak mempertanyakan relevansi program Latsarmil dengan tujuan awalnya, yaitu membangun kapasitas manajer koperasi. Latihan militer berat dinilai bertentangan dengan prinsip inklusivitas dan keselamatan peserta, terutama yang memiliki kondisi kesehatan spesifik. Amnesty International bahkan memperkirakan bahwa program ini berisiko terhadap hak hidup dan keselamatan warga negara.
Peristiwa ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk merevisi kerangka kerja pelatihan koperasi. Keseimbangan antara membangun disiplin dan menyediakan pelatihan yang relevan menjadi kunci. Tanpa reformasi mendalam, program serupa rentan mengulangi kesalahan yang sama.
Masyarakat menunggu keputusan politik dan aksi konkret dari DPR serta pemerintah untuk menjamin keamanan peserta program. Kematian tiga peserta tidak boleh menjadi akhir dari diskusi, tetapi awal dari perubahan sistematis yang lebih manusiawi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












