Gus Ipul Respons Maruf Amin soal AHWA Sudah Dilakukan 2 Muktamar Terakhir

Gus Ipul Respons Maruf Amin soal AHWA Sudah Dilakukan 2 Muktamar Terakhir

PlatMerah.com – Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan respons terkait pernyataan KH Maruf Amin soal mekanisme pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar NU.

Mekanisme Pengajuan Calon AHWA di Dua Muktamar Terakhir

Gus Ipul menegaskan bahwa pengajuan nama-nama calon AHWA sudah menjadi bagian dari mekanisme resmi dalam pelaksanaan dua Muktamar NU terakhir, yakni Muktamar di Jombang dan Lampung. Mekanisme ini juga telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) serta Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU.

Menurut Gus Ipul, setiap peserta Muktamar saat registrasi diwajibkan mengusulkan sembilan nama calon AHWA. Nama-nama tersebut merupakan hasil musyawarah atau rapat harian Syuriyah di tingkat wilayah maupun cabang. Selanjutnya, usulan tersebut akan ditabulasi setelah sidang komisi selesai. Proses ini telah berlangsung konsisten selama dua kali Muktamar.

Dukungan Calon AHWA dan Penentuan Resmi

Menanggapi kekhawatiran terkait adanya penggalangan dukungan calon AHWA sebelum Muktamar, Gus Ipul menjelaskan bahwa dukungan tersebut bukan penentu akhir. Mekanisme resmi tetap mengacu pada keputusan rapat harian Syuriyah di masing-masing tingkatan, sesuai ketentuan ADART.

“Dukungan itu kan ADART mengatakan bahwa hasil rapat harian Syuriyah-Tanfidziyah di cabang masing-masing. Kalau ada dukungan-dukungan, itu bebas saja, tapi yang menentukan adalah Syuriyah di masing-masing tingkatan,” jelas Gus Ipul.

Ruang untuk Pendapat dan Perubahan Mekanisme

Gus Ipul juga menyebut bahwa setiap pihak, termasuk pengurus PBNU, berhak menyampaikan pendapat terkait mekanisme tersebut. Namun, pendapat pribadi tidak serta-merta mengubah aturan yang sudah berlaku.

“Kalau mau berpendapat ya silakan saja, tapi itu baru sebatas pendapat pribadi,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pengusulan calon AHWA harus berasal dari hasil rapat harian Syuriyah di masing-masing tingkatan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan Muktamar NU.

“Iya keniscayaan dan itu sudah dilakukan di dua Muktamar terakhir ini. Kalau ingin mengubah, maka perubahan harus dilakukan di Muktamar, bukan berdasarkan pendapat perorangan,” tandas Gus Ipul.

Konteks dan Pentingnya Mekanisme AHWA dalam Muktamar NU

Mekanisme pengusulan calon AHWA ini penting karena menjadi bagian dari tata kelola organisasi NU yang mengatur pemilihan anggota AHWA secara resmi dan terstruktur. Dengan mengacu pada ADART dan Perkum NU, proses ini memastikan keteraturan dalam pemilihan dan penguatan legitimasi anggota AHWA yang terpilih.

Keberlangsungan mekanisme ini selama dua Muktamar terakhir menunjukkan konsistensi dan kepatuhan terhadap aturan organisasi yang telah disepakati bersama dalam forum Muktamar NU.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup