Sosok Anik Sriningsih, Aktivis AMPB yang Viral Berorasi di Depan Pimpinan DPR

Sosok Anik Sriningsih, Aktivis AMPB yang Viral Berorasi di Depan Pimpinan DPR

PlatMerah.com, JakartaAnik Sriningsih menjadi sorotan publik setelah videonya yang berorasi tegas di depan pimpinan DPR RI viral di media sosial. Aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ini menyampaikan tuntutan keras terkait penindakan korupsi, khususnya menuntut hukuman mati bagi para koruptor.

Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, Anik menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, perampasan aset milik para koruptor, dan kedua, hukuman mati bagi mereka yang terbukti melakukan korupsi. Anik, yang juga istri dari Supriyono atau Botok, Koordinator AMPB, menegaskan bahwa hukuman bagi koruptor harus setara dengan hukuman bagi pengedar narkoba yang langsung dijatuhi hukuman mati.

Orasi Tegas di Depan Pimpinan DPR

Di hadapan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, Anik dengan lantang mempertanyakan mengapa pengedar narkoba dijatuhi hukuman mati, sedangkan koruptor tidak. Ia menekankan bahwa korupsi merugikan bangsa secara luas, berbeda dengan pencurian kecil yang hanya merugikan individu. Pernyataan Anik mendapat respons positif dari massa demonstran yang turut mendukung tuntutannya.

Selain itu, Anik juga mengungkit kasus pencuri ayam di Bali yang dianiaya massa hingga meninggal dunia, seraya menegaskan bahwa kerugian yang ditimbulkan koruptor jauh lebih besar sehingga layak mendapatkan hukuman setimpal atau bahkan lebih berat.

Latar Belakang dan Peran di AMPB

Anik Sriningsih bukanlah sosok biasa. Ia dikenal aktif dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, sebuah organisasi yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Melalui AMPB, Anik sering menyuarakan aspirasi antikorupsi dan menuntut reformasi hukum yang lebih tegas terhadap pelaku korupsi.

Keberanian Anik berorasi langsung di depan para anggota DPR menandai pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawasi dan menekan jalannya pemerintahan agar lebih transparan dan berkeadilan.

Dukungan dan Tuntutan Serupa dari Demonstran Lain

Aksi demonstrasi di Gedung DPR juga diwarnai orasi dari emak-emak asal Banten yang turut menuntut perampasan aset koruptor dan pengesahan RUU Perampasan Aset. Ia menegaskan bahwa tanpa tindakan tegas terhadap koruptor, kemiskinan rakyat tidak akan teratasi. Orasi tersebut juga menyerukan hukuman mati bagi koruptor sebagai solusi agar keadilan sosial bisa terwujud.

Seruan keras ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap penanganan kasus korupsi yang dianggap masih lemah dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku.

Demonstrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini menggambarkan pentingnya reformasi hukum untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kesungguhan Anik dan para demonstran lainnya menjadi pengingat bagi pemerintah dan DPR untuk segera menindaklanjuti aspirasi rakyat demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup