Gus Ipul Ungkap 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU Keputusan di Muktamar
PlatMerah.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan terdapat dua opsi mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang akan dibahas dalam Muktamar NU mendatang. Mekanisme ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
Dua Opsi Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU
Menurut Gus Ipul, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU selama ini menggunakan sistem one man one vote, di mana Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang memiliki hak suara menentukan Ketua Umum melalui pemungutan suara langsung.
Namun, terdapat opsi kedua yang merupakan hasil usulan pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Dalam opsi ini, PWNU dan PCNU mengusulkan sejumlah nama calon Ketua Umum, kemudian penentuan salah satu calon dilakukan oleh Anggota Harian Wakil Ahli (AHWA) atau Rais Aam terpilih.
Penjelasan Mekanisme Opsi Kedua
Gus Ipul menjelaskan bahwa dalam opsi kedua, proses pemilihan tidak menggunakan sistem one man one vote. Melainkan, cabang dan wilayah mengajukan nama-nama calon yang kemudian diserahkan kepada AHWA atau Rais Aam terpilih untuk memilih salah satu nama dari usulan tersebut.
“Di dalam Munas Konbes ada usulan, baru berupa usulan, di mana usulannya itu adalah tidak one man one vote tapi cabang dan wilayah mengusulkan nama-nama yang seterusnya nanti diserahkan kepada AHWA atau Rais Aam terpilih untuk memilih salah satu di antara usulan cabang wilayah,” ujar Gus Ipul.
Status Mekanisme Pemilihan Saat Ini
Gus Ipul menegaskan bahwa kedua opsi tersebut masih berupa draf materi yang disepakati dalam Munas dan Konbes, sehingga belum ada keputusan final mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Itu baru berupa draf materi yang disepakati di Munas Konbes, belum jadi keputusan,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU sudah dipastikan antara sistem one man one vote atau melalui mekanisme AHWA, Gus Ipul menyatakan bahwa hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam Muktamar NU.
“Belum, ya dibahas dulu. Baru dibahas dulu. Bahasnya di Muktamar. Iya kan ini belum dibahas,” pungkasnya.
Konteks dan Pentingnya Pembahasan Mekanisme Pemilihan
Pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menjadi penting untuk memastikan proses yang transparan dan dapat diterima oleh seluruh anggota NU. Musyawarah dan keputusan yang akan diambil dalam Muktamar nantinya diharapkan dapat mencerminkan aspirasi dan konsensus organisasi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Dengan adanya dua opsi tersebut, NU memberikan ruang diskusi yang terbuka untuk menentukan metode pemilihan yang paling sesuai dengan dinamika dan kebutuhan organisasi ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














