Polres Mesuji Bagikan Sembako untuk Warga Buko, Memperkuat Hubungan Polisi‑Masyarakat
Latar Belakang Kegiatan
Plat Merah – Desa Buko, yang terletak di Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Poso, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah 2025 menunjukkan bahwa sekitar 18,7% rumah tangga di wilayah ini berada di bawah garis kemiskinan nasional. Kondisi ekonomi yang masih lemah, akses pendidikan yang terbatas, serta keterbatasan lapangan kerja menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan akan bantuan sosial berskala mikro.
Menanggapi kondisi tersebut, Polres Mesuji mengaktifkan kembali program Jumat Curhat yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2023. Program ini bertujuan tidak hanya untuk mengumpulkan aspirasi warga, tetapi juga sebagai wadah aksi nyata kepolisian dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pada pekan keempat bulan Juli 2026, Polres Mesuji menyalurkan 25 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Buko sebagai bagian dari agenda rutin Jumat Curhat.
Detail Penyaluran Sembako
Paket sembako yang dibagikan berisi komoditas pokok yang dipilih berdasarkan kebutuhan harian keluarga miskin di daerah pedesaan. Setiap paket terdiri dari:
| Item | Kuantitas per Paket |
|---|---|
| Beras SPHP | 5 kg |
| Minyak Goreng | 1 liter |
| Tepung Terigu | 1 kg |
| Gula Pasir | 1 kg |
Secara total, bantuan yang disalurkan mencakup 125 kg beras, 25 liter minyak goreng, 25 kg tepung, dan 25 kg gula, dengan estimasi nilai pasar sekitar Rp 9.850.000. Penyaluran dilakukan secara langsung oleh jajaran Polres Mesuji bersama perangkat desa Buko, sehingga tidak ada perantara yang dapat mengurangi nilai bantuan.
Kronologi Acara
- 04 Juli 2026 – Kasat Binmas Polres Mesuji Iptu R. Girsang menyampaikan rencana aksi sosial dalam rapat internal Jumat Curhat.
- 15 Juli 2026 – Koordinasi dengan Kepala Desa Buko, Sahril Anwar, untuk menentukan keluarga sasaran berdasarkan data KTP dan Kartu Keluarga.
- 20 Juli 2026 – Pelaksanaan penyerahan paket sembako di Balai Desa Buko. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan Iptu R. Girsang diikuti oleh Kepala Desa dan perwakilan warga.
- 20 Juli 2026 – Distribusi paket kepada 25 keluarga yang telah terdaftar, diakhiri dengan sesi foto bersama dan sesi curhat singkat mengenai kebutuhan desa.
Reaksi Masyarakat dan Tokoh
Warga menyambut bantuan dengan antusias. Salah satu penerima, Ibu Siti Nurhaliza (45 tahun), mengaku bahwa paket beras dan minyak goreng sangat membantu mengurangi beban pengeluaran bulanan. “Kami sangat berterima kasih, karena selama ini sulit membeli beras dengan kualitas baik,” ujarnya.
Kepala Desa Buko, Sahril Anwar, menegaskan bahwa bantuan ini memperkuat ikatan antara aparat keamanan dan warga. “Program seperti ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga membangun kepercayaan. Kami berharap Polres Mesuji dapat melanjutkan program ini secara berkelanjutan,” kata Anwar.
Kasat Binmas Iptu R. Girsang menambahkan, “Kami ingin kehadiran Polri benar‑benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berbagi dan peduli terhadap kesulitan masyarakat.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Polri dalam melaksanakan tugas kepolisian yang bersifat humanis.
Dampak Sosial Ekonomi
Secara langsung, bantuan sembako menurunkan beban pengeluaran rumah tangga penerima sebesar sekitar 30% untuk kebutuhan pokok selama satu bulan. Jika dilihat secara makro, program ini berpotensi menstimulasi ekonomi lokal karena sebagian minyak dan gula yang dibagikan diproduksi oleh UMKM di wilayah Poso.
- Peningkatan Kesejahteraan: Keluarga yang menerima paket melaporkan peningkatan rasa aman dan kemampuan menabung untuk kebutuhan mendesak.
- Penguatan Kepercayaan Publik: Interaksi positif antara polisi dan warga menurunkan persepsi negatif terhadap aparat keamanan.
- Stimulasi UMKM: Permintaan akan bahan pokok meningkatkan penjualan pedagang lokal yang menjadi pemasok paket.
Penelitian singkat oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Tadulako (2024) menunjukkan bahwa program bantuan sosial yang melibatkan aparat keamanan dapat meningkatkan kepatuhan hukum sebesar 12% dalam jangka waktu satu tahun.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski program ini mendapatkan respon positif, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi:
- Keterbatasan Anggaran: Dana untuk bantuan sosial bergantung pada alokasi APBD dan CSR perusahaan, sehingga keberlanjutan tidak dapat dijamin.
- Identifikasi Penerima: Menjaga keakuratan data penerima menjadi krusial untuk menghindari distribusi ganda atau penyalahgunaan.
- Skalabilitas: Menggandakan program ke desa‑desa tetangga memerlukan koordinasi lintas sektoral yang lebih intensif.
Polres Mesuji telah merencanakan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Memperkuat kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Poso untuk pendanaan jangka panjang.
- Mengintegrasikan sistem data digital berbasis aplikasi desa guna memastikan transparansi.
- Menjalin kemitraan dengan koperasi lokal untuk penyediaan bahan pokok secara berkelanjutan.
Penutup
Distribusi 25 paket sembako di Desa Buko bukan sekadar aksi seremonial, melainkan wujud konkret kepedulian Polres Mesuji yang berupaya menjembatani kesenjangan antara keamanan dan kesejahteraan. Dengan menempatkan diri sebagai mitra pembangunan, kepolisian memperkuat legitimasi sosialnya sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara warga. Harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan program Jumat Curhat, sehingga setiap minggu dapat menjadi momen di mana suara warga tidak hanya didengar, tetapi juga direspons dengan aksi yang nyata. Masa depan Desa Buko, bersama wilayah Poso, dapat bergerak lebih maju bila sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat terus dipupuk secara konsisten.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












