Gagalkan 5 Calon PMI Ilegal, Bandara El Tari Kupang Jadi Titik Pengamanan TPPO

Gagalkan 5 Calon PMI Ilegal, Bandara El Tari Kupang Jadi Titik Pengamanan TPPO

Plat Merah – Bandara El Tari Kupang kembali menjadi sorotan setelah Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Nusa Tenggara Timur berhasil menggagalkan keberangkatan lima calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal pada Selasa, 28 Juli 2026. Pengamanan di bandara ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap menyasar warga daerah terpencil.

Kelima CPMI yang berasal dari Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT, diamankan saat akan menaiki pesawat dengan rute Kupang-Surabaya-Pontianak. Diduga, mereka akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Informasi yang diterima Tim Zero Ditres PPA-PPO Polda NTT menyebutkan bahwa para calon pekerja telah membeli tiket penerbangan tersebut sebagai jalur transit menuju Malaysia.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda NTT, Kombes Nova Irone Surentu, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya perekrutan tenaga kerja nonprosedural. “Kami berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT dan langsung bergerak ke Bandara El Tari untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Nova kepada awak media, Rabu (29/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bahwa tiga dari lima orang tersebut adalah laki-laki dan dua perempuan, dengan satu di antaranya masih berstatus anak di bawah umur. Hal ini menambah kekhawatiran akan modus operandi sindikat TPPO yang kerap memanfaatkan bandara-bandara di Indonesia Timur sebagai pintu keluar ilegal.

Operasi pengamanan di Bandara El Tari melibatkan personel Aviation Security (Avsec) bandara serta Satgas Pengamanan Bandara TNI AU. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi antara aparat kepolisian, otoritas bandara, dan instansi terkait dalam mencegah praktik perdagangan orang. Kombes Nova menegaskan, “Kami berkomitmen melindungi masyarakat dari perekrutan ilegal yang berpotensi menjadi TPPO.”

Sementara itu, di sisi lain, perkembangan positif juga terjadi di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Bandara tersebut baru saja mendapatkan Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan, yang menandakan kesiapan melayani pesawat narrow body seperti Boeing 737-800. Peningkatan fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7 menjadi bukti komitmen pengelola dalam meningkatkan standar keselamatan. “Terbitnya SBU menjadi tonggak penting optimalisasi Bandara Husein sebelum kembali melayani penerbangan secara lebih luas,” ujar Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim.

Di kancah internasional, Jepang berencana menghadirkan kereta ekspres yang menghubungkan Bandara Narita dan Bandara Haneda pada dekade 2030-an. Proyek ini diharapkan memangkas waktu tempuh antara kedua bandara yang saat ini mencapai 90 menit, memudahkan wisatawan mancanegara yang perlu transit. Sementara itu, di Sri Lanka, Kepala NWSDB Chandana Bandara menyatakan belum ada rencana pembatasan pasokan air meskipun kondisi El Niño melanda, namun tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.

Kembali ke isu pengamanan di bandara, kasus di Kupang menjadi pengingat bahwa bandara bukan hanya gerbang mobilitas, tetapi juga titik rawan penyelundupan manusia. Polda NTT bersama BP3MI terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tergiuriming-iming kerja di luar negeri tanpa prosedur resmi. Masyarakat diimbau untuk melapor jika mengetahui adanya praktik perekrutan ilegal, demi melindungi generasi muda dari jeratan TPPO.

Dengan pengamanan ketat di Bandara El Tari dan peningkatan fasilitas di berbagai bandara nasional, diharapkan konektivitas udara Indonesia semakin aman dan andal. Sinergi antara aparat, pengelola bandara, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka perdagangan orang serta meningkatkan keselamatan penerbangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup