Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Benahi Infrastruktur, Target Lebih dari 50 Persen pada Agustus
PlatMerah.com, Aceh Selatan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai sekitar Rp51,6 miliar untuk membenahi infrastruktur dasar sebelum memasuki musim hujan. Target realisasi anggaran infrastruktur diharapkan melampaui 50 persen pada Agustus 2026 agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
Realisasi Anggaran dan Proyek Prioritas
Dari total tambahan TKD tersebut, sebesar Rp26,1 miliar dialokasikan khusus untuk sektor infrastruktur. Hingga saat ini, realisasi anggaran untuk infrastruktur telah mencapai Rp9,9 miliar atau sekitar 37,9 persen dari pagu yang tersedia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Selatan, Skar Fharaby, menyampaikan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah pekerjaan prioritas, antara lain:
- Normalisasi Krueng Trumon
- Pembangunan jembatan di Seuneubok Puntho
- Pembangunan jaringan irigasi di Desa Padang Harapan
Menurut Skar, percepatan realisasi diharapkan dapat mencapai lebih dari 50 persen pada Agustus agar penanganan di lapangan cepat selesai mengingat waktu yang semakin mendekati musim hujan.
Pentingnya Normalisasi Krueng Trumon dan Sistem Drainase
Normalisasi Krueng Trumon menjadi fokus utama karena sungai tersebut berperan penting dalam mengalirkan air ke kawasan persawahan. Penanganan pendangkalan di sungai ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, mengurangi risiko luapan, serta melindungi aktivitas pertanian warga setempat.
Selain itu, pembangunan drainase sepanjang 3.800 meter di Desa Padang Harapan bertujuan mengalirkan genangan air lebih cepat dan mengurangi ancaman banjir yang sering terjadi saat curah hujan tinggi.
Nur Diayati, warga Desa Padang Harapan, berharap infrastruktur tersebut mampu mengatasi banjir yang hampir selalu melanda desanya setiap tahun. Ia menyatakan, “Mudah-mudahan setelah ada drainase, desa kami tidak banjir lagi. Selama ini hampir setiap tahun terjadi banjir. Dengan adanya drainase, kami berharap air dapat langsung mengalir.”
Skala Proyek dan Dukungan Satgas PRR
Koordinator Lapangan Proyek Drainase Desa Padang Harapan, T. Chairumansyah, menyebutkan nilai anggaran proyek tersebut sekitar Rp59 miliar. Proyek serupa juga sedang dilaksanakan di lima kabupaten dan kota di Aceh dengan total nilai sekitar Rp285 miliar.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemkab Aceh Selatan dengan mengawal progres pekerjaan dan realisasi tambahan TKD. Secara keseluruhan, pemanfaatan tambahan TKD Aceh Selatan telah mencapai Rp24,8 miliar atau 48,04 persen dari pagu anggaran yang tersedia.
Imran, perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, mengharapkan percepatan pekerjaan dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari banjir susulan. “Ketika debit air naik, kita berharap alirannya dapat tertampung dan terdistribusi dengan baik sehingga tidak meluap maupun menggenangi jalan,” ujarnya.
Satgas PRR juga mendorong agar normalisasi Krueng Trumon dilengkapi dengan pembangunan jembatan Armco untuk memperkuat konektivitas dan mobilitas ekonomi warga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












