Rupiah Melemah ke Rp 17.762 per Dolar AS, Pasar Cermati The Fed dan RDG BI

Rupiah Melemah ke Rp 17.762 per Dolar AS, Pasar Cermati The Fed dan RDG BI

Plat Merah – Nilai tukar rupiah melemah 0,21% ke level Rp 17.762 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen eksternal dipengaruhi menguatnya indeks dolar AS. Penguatan dolar didorong optimisme terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, termasuk perpanjangan gencatan senjata dan kemungkinan Iran kembali mengekspor minyak.

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar karena situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih rentan. Pasar juga menantikan hasil FOMC yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, namun investor ingin melihat proyeksi ekonomi dan petunjuk arah kebijakan ke depan.

Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada RDG BI yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Ini menjadi sorotan setelah BI secara mengejutkan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% melalui RDG mingguan pekan lalu, setelah sebelumnya menaikkan 50 basis poin dalam RDG bulanan.

Langkah agresif BI tersebut menunjukkan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat tertekan terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah juga dinilai lebih siap menghadapi dinamika geopolitik karena telah melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup