Orang Utan Solo Safari Lepas ke Permukiman Warga, Sempat Masuk Warung dan Jatuhkan Motor

Orang Utan Solo Safari Lepas ke Permukiman Warga, Sempat Masuk Warung dan Jatuhkan Motor

PlatMerah.com, Solo – Seekor orang utan jantan dari Kebun Binatang Solo Safari dilepas dan berkeliaran di permukiman warga sekitar kawasan Begawan Solo, tepatnya di belakang Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (18/8/2026). Satwa langka ini sempat masuk ke dalam sebuah warung makan bernama Warung Ayam Tulang Lunak dan menjatuhkan sebuah motor yang terparkir di halaman warung.

Kejadian Lepasnya Orang Utan Solo Safari

Berdasarkan video yang viral di akun Instagram peristiwasolo, orang utan dengan bulu berwarna emas keperakan tersebut terlihat berjalan bebas di sekitar warung makan dan permukiman warga. Kejadian ini memicu keresahan warga sekitar karena potensi bahaya bagi satwa maupun masyarakat.

Respons Masyarakat dan Tokoh Publik

Kejadian orang utan lepas ini menarik perhatian masyarakat luas termasuk tokoh publik seperti Melanie Subono yang mendesak instansi terkait untuk segera memberikan penjelasan dan menindaklanjuti kondisi satwa tersebut. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Melanie meminta klarifikasi dari Kementerian Kehutanan terkait bagaimana satwa tersebut bisa lepas dan apakah sudah ada tindakan dari dinas terkait.

Warganet juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak menyakiti orang utan tersebut karena satwa itu tampak kebingungan dan tidak tahu harus ke mana.

Penanganan Satwa yang Lepas

Menurut informasi dari beberapa warganet, orang utan tersebut telah berhasil diamankan dan dikembalikan ke kandangnya di Kebun Binatang Solo Safari. Proses penanganan ini menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan satwa dan warga sekitar.

Konteks dan Pentingnya Pengawasan Satwa Endemik

Orang utan merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi. Kejadian lepasnya satwa dari kebun binatang menunjukkan perlunya pengawasan ketat dan prosedur keamanan yang maksimal untuk mencegah risiko serupa di masa depan. Satwa yang berkeliaran bebas di permukiman dapat menimbulkan gangguan dan potensi bahaya baik bagi manusia maupun satwa itu sendiri.

Instansi terkait diharapkan meningkatkan pengamanan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai penanganan satwa liar yang lepas agar kejadian ini tidak terulang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup