Lebih dari 100 Pekerja Terjebak di Proyek PLTA Nepal Imbas Banjir Bandang
PlatMerah.com, Nepal – Lebih dari 100 pekerja dilaporkan terjebak di terowongan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli 3A dan 3B di Distrik Nuwakot, Nepal, akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut. Tim penyelamat dari Angkatan Darat Nepal telah berhasil membuka akses ke terowongan dan mulai memasang alat-alat untuk mendukung operasi evakuasi.
Fakta Utama Kejadian
Banjir bandang yang terjadi pada Rabu pagi merupakan dampak dari runtuhnya gletser di perbatasan Tiongkok-Nepal, menurut US Geological Survey. Bencana ini menyebabkan lumpur dan puing-puing menutupi lokasi pembangunan PLTA serta sekitar 933 pekerja hilang. Sebanyak 682 orang dipastikan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya masih dalam pencarian.
Upaya Penyelamatan
Tim penyelamat menggunakan alat bor untuk menembus lapisan lumpur yang menutup terowongan PLTA dan mulai memompa udara serta mengirimkan kamera untuk memantau kondisi di dalam. Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, menyatakan bahwa upaya penggalian dan penyelamatan sedang dijalankan meski cuaca dan kondisi lapangan sangat menantang.
Kementerian Energi Nepal melaporkan keberhasilan parsial dalam pengeboran dan pengiriman oksigen ke dalam terowongan. Selain tim lokal, tim penyelamat khusus dari India dan Tiongkok juga bergabung memberikan dukungan teknis. India menyumbangkan pengalaman dalam operasi penyelamatan di terowongan pegunungan yang sulit ditembus.
Konteks dan Dampak Banjir Bandang
Banjir bandang ini merupakan akibat langsung dari keruntuhan gletser yang mengalirkan lumpur dan puing-puing ke area proyek PLTA dan pemukiman sekitar. Kondisi lumpur yang tebal menyulitkan akses dan memperbesar risiko bagi pekerja yang terjebak. Bencana ini menimbulkan krisis kemanusiaan besar dengan ribuan orang hilang dan ratusan korban jiwa.
Upaya penyelamatan juga melibatkan penggunaan teknologi canggih termasuk drone pengangkut beban berat yang diajukan pemerintah Nepal untuk membantu pencarian. Tim ahli penyelamatan gunung yang terbiasa dengan medan berat di Himalaya, termasuk pemandu gunung nasional, turut berperan aktif dalam operasi ini.
Perkembangan Terbaru
Operasi penyelamatan masih berlangsung dengan fokus pada beberapa titik terowongan yang terdampak. Menteri Energi Biraj Bhakta Shrestha menegaskan bahwa meskipun cuaca buruk, tim tetap berusaha keras untuk menemukan dan menyelamatkan pekerja yang terperangkap. Pemerintah Nepal juga terus mengajukan bantuan alat dan teknologi penyelamatan dari negara-negara tetangga.
Kondisi di lokasi tetap kritis dengan tantangan utama berupa medan yang berat, cuaca tidak bersahabat, dan ketebalan lumpur yang menutupi terowongan. Namun, harapan masih ada bahwa pekerja yang terjebak dalam jumlah signifikan masih bisa diselamatkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












