PT Indika Energy Tbk Resmi Masuk Indeks LQ45, Gantikan SMGR dan TOWR
Plat Merah – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merombak susunan indeks LQ45 dalam evaluasi berkala yang berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Salah satu perubahan signifikan adalah masuknya PT Indika Energy Tbk (INDY) sebagai konstituen baru, menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang harus keluar dari indeks saham blue chip tersebut.
Keputusan ini diumumkan BEI pada Senin, 27 Juli 2026, melalui pengumuman resmi. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menegaskan bahwa kriteria evaluasi indeks tidak berubah. “Kriteria tetap sama, dari likuiditasnya selama enam bulan. Tidak ada perubahan kriteria,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Masuknya PT Indika Energy Tbk ke dalam LQ45 menandai pengakuan atas likuiditas dan kapitalisasi pasar yang memadai. Selain INDY, BEI juga memasukkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ke dalam indeks LQ45. Kedua saham baru ini langsung mendapatkan bobot masing-masing 0,25% untuk INDY dan 0,46% untuk NCKL.
Perubahan komposisi ini tidak hanya terjadi pada LQ45. BEI juga melakukan evaluasi mayor pada indeks IDX30, IDX80, dan KOMPAS100. Pada IDX30, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masuk menggantikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sementara di IDX80, tiga emiten baru—PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)—menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Di indeks KOMPAS100, BEI memasukkan sembilan saham baru, termasuk PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM), sementara mengeluarkan sembilan lainnya, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
Selain perubahan komposisi, bobot sejumlah saham dalam LQ45 juga mengalami penyesuaian. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi saham dengan bobot terbesar meski turun dari 16,79% menjadi 15%. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) justru meningkat dari 10,46% menjadi 10,91%. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kenaikan signifikan dari 3,84% menjadi 4,82%.
Direktur BEI Irvan Susandy juga menjelaskan alasan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tetap bertahan di indeks IDX80, LQ45, dan IDX30 meskipun likuiditasnya menurun dalam beberapa bulan terakhir. “Likuiditas tidak dihitung hanya satu-dua bulan, melainkan rata-rata enam atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi,” jelasnya.
Kehadiran PT Indika Energy Tbk di LQ45 diharapkan dapat meningkatkan daya tarik saham tersebut di mata investor institusi dan manajer investasi. Indeks LQ45 sendiri merupakan acuan utama bagi banyak produk investasi seperti reksa dana dan exchange-traded fund (ETF).
BEI juga mengingatkan bahwa bobot masing-masing saham masih dapat berubah sebelum tanggal efektif apabila terdapat aksi korporasi, seperti stock split, right issue, atau pembagian dividen saham. Hal ini untuk memastikan perhitungan indeks tetap mencerminkan kondisi terkini pasar.
Masuknya PT Indika Energy Tbk ke dalam indeks LQ45 merupakan sinyal positif bagi emiten energi yang terus berupaya meningkatkan likuiditas dan kinerja. Dengan fundamental yang kuat, INDY diharapkan dapat mempertahankan posisinya dalam indeks bergengsi ini pada evaluasi-evaluasi berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












