Daya Beli Konsumen Melemah dan Gejolak Timur Tengah Memanas, IHSG Terjungkal Ke Zona Merah
PlatMerah.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Senin sore, 18 Agustus 2026, dengan penurunan signifikan ke zona merah. Penurunan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen negatif dari faktor domestik dan global yang memberikan tekanan pada pasar saham Indonesia.
Faktor Domestik: Penurunan Daya Beli Konsumen
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan kondisi ekonomi rumah tangga. Selain itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga turun dari 109,2 menjadi 107,9, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melemah dari 126,4 menjadi 125,7.
Faktor Global: Gejolak Timur Tengah dan Pasar Tenaga Kerja AS
Di sisi eksternal, pasar mengalami tekanan dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penolakan Iran terhadap klaim kesepakatan langsung dengan Amerika Serikat serta serangan kelompok Houthi ke kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco menimbulkan kekhawatiran akan pasokan minyak dunia yang berpotensi terganggu.
Selain itu, pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kontraksi tidak terduga dengan penurunan 23.000 lapangan kerja nonpertanian. Kondisi ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September dari probabilitas 67% menjadi 44%, yang pada gilirannya turut mempengaruhi sentimen pasar global.
Pergerakan IHSG dan Indeks LQ45
Pada penutupan perdagangan, IHSG terkoreksi sebesar 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37. Sementara itu, Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga turun 6,16 poin atau 0,96 persen ke posisi 634,13.
Statistik Perdagangan Saham
- Nilai transaksi mencapai Rp18,18 triliun dengan volume transaksi sebanyak 45,45 miliar lembar saham.
- Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.607.000 kali di pasar reguler.
- Dari total saham, 306 saham menguat, 340 saham melemah, dan 317 saham stagnan.
Sektor dan Saham yang Terpengaruh
Sektor kesehatan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 0,60 persen, diikuti sektor industri sebesar 0,38 persen dan barang konsumen primer turun 0,34 persen.
Saham dengan kenaikan harga terbesar antara lain GIAA, GMFI, SULI, STAR, dan IOTF. Di sisi lain, saham FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA mengalami pelemahan harga terdalam.
Divergensi IHSG dengan Bursa Regional Asia
Berbeda dengan IHSG yang melemah, mayoritas bursa saham regional Asia justru ditutup menguat. Indeks Nikkei Jepang naik 2,22 persen ke posisi 27.064,00, Indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 1,05 persen ke level 25.937,49, serta Indeks Straits Times Singapura dan Indeks Shanghai China masing-masing tumbuh 1,05 persen dan 0,67 persen. Indeks Kospi Korea Selatan juga bertambah 0,65 persen ke posisi 6.299,66.
Fokus Pasar ke Depan
Para pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini sebagai indikator utama untuk menilai arah kebijakan moneter global. Penurunan IHSG selama dua sesi perdagangan terakhir mencerminkan kehati-hatian investor menghadapi ketidakpastian kondisi makroekonomi internasional yang masih berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













