Dubes Malaysia Upayakan Akses Konsuler untuk Pilot yang Ditangkap Bawa 25 Kilogram Narkoba
PlatMerah.com, Jakarta – Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia berupaya mendapatkan akses konsuler untuk seorang pilot asal Malaysia yang ditangkap karena membawa 25 kilogram narkoba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Penangkapan ini dilakukan oleh petugas Bea Cukai setelah ditemukan 14 bungkus besar ekstasi dan paket sabu-sabu dalam koper milik pilot tersebut.
Fakta Penangkapan dan Barang Bukti
Seorang pilot berinisial MSBO (39) ditangkap pada Selasa (28/7) oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Petugas menemukan 70.114 butir ekstasi dengan berat bersih 25.194,83 gram dan paket sabu-sabu dalam koper bagasi milik pilot tersebut. MSBO sebelumnya masih menjalankan tugas penerbangan Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 727 dari Kuala Lumpur ke Indonesia yang mengangkut sekitar 170 penumpang.
Modus Operandi
MSBO memanfaatkan jalur khusus kru (claim tag crew) saat check-in yang berbeda dengan penumpang umum untuk menyelundupkan narkoba tersebut. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyatakan bahwa pilot tersebut juga positif mengonsumsi narkoba saat penangkapan.
Respon dan Upaya Kedutaan Besar Malaysia
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Indonesia dan berkoordinasi dengan pihak berwenang. Dalam pernyataannya, kedubes berupaya mendapatkan akses konsuler kepada MSBO agar dapat memberikan bantuan hukum dan perlindungan sesuai ketentuan internasional.
Kondisi Hukum dan Tindak Lanjut
MSBO kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri dan kasusnya telah naik ke tahap penyidikan. Ia disangkakan dengan Pasal 113 ayat (2) jo. Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait penyelundupan narkoba.
Konsekuensi dan Dampak Kasus
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap jalur penerbangan dan peran petugas bandara dalam mencegah penyelundupan narkoba. Upaya diplomatik dari Malaysia juga menunjukkan sensitivitas hubungan bilateral dalam penanganan warga negaranya yang terlibat kasus hukum di luar negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













