Kapal Perang AS Terombang-ambing 4 Hari akibat Mati Listrik di Laut China Selatan
PlatMerah.com – Kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Benfold, mengalami kehilangan daya listrik selama empat hari saat beroperasi di Laut China Selatan pada Juli 2026. Insiden ini menyebabkan kapal tidak dapat bergerak secara mandiri dan harus ditarik menuju Subic Bay, Filipina, untuk menjalani perbaikan darurat.
Gangguan pada generator kapal kelas Arleigh Burke yang berbobot hampir 10 ribu ton ini bermula pada 24 Juli 2026 saat menjalankan operasi rutin di kawasan Indo-Pasifik. Hilangnya pasokan listrik mengakibatkan sejumlah fasilitas penting seperti dapur, toilet, pendingin udara, dan ketersediaan air minum di kapal berhenti berfungsi. Dalam kondisi suhu sekitar 32-37 derajat Celsius, para awak kapal harus bertahan tanpa layanan tersebut selama empat hari.
Fakta Utama Insiden USS Benfold
- Gangguan terjadi akibat kerusakan teknis pada generator kapal pada 24 Juli 2026.
- USS Benfold kehilangan kemampuan bergerak mandiri dan harus ditarik ke Subic Bay, Filipina.
- Daya listrik kapal pulih dua hari setelah mulai ditarik, dengan perbaikan tuntas pada 8 Agustus 2026.
- Tidak ada cedera pada awak kapal selama insiden berlangsung.
- Bantuan makanan dan dukungan diberikan oleh kapal penjelajah USS Robert Smalls dan gugus tugas kapal induk USS George Washington.
- Ini merupakan gangguan listrik kedua pada kapal perusak AS di Pasifik pada 2026, setelah insiden serupa pada USS Higgins pada Mei 2026.
Kondisi dan Respons Kru Kapal
Komandan Matthew Comer, juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, menyatakan bahwa seluruh awak menunjukkan ketangguhan, profesionalisme, dan ketenangan dalam menghadapi situasi sulit ini. Meskipun fasilitas dasar seperti dapur dan pendingin udara tidak berfungsi, tidak ada laporan cedera pada kru. Bantuan makanan disuplai melalui kapal pendukung, dan para awak menerima fasilitas penginapan selama perbaikan di Subic Bay.
Konteks dan Dampak Insiden
USS Benfold tergolong kapal kelas Arleigh Burke yang menjadi tulang punggung armada Angkatan Laut AS di kawasan Indo-Pasifik, dengan lebih dari 70 unit aktif dan jumlah kru antara 329 hingga 359 orang bergantung pada konfigurasi. Insiden ini menjadi sorotan di tengah perhatian publik terkait beban kerja dan kesehatan mental kru kapal dalam penugasan jangka panjang. Sebelumnya, kapal induk USS Abraham Lincoln menjalani masa bertugas lebih dari 200 hari tanpa singgah pelabuhan, yang berdampak pada moral awak.
Mantan kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, menilai pengalaman empat hari tanpa daya di Laut China Selatan jauh lebih berat dibandingkan insiden serupa yang pernah dialaminya. Hal ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi awak kapal dalam menjaga operasional dan kesejahteraan selama insiden teknis seperti ini.
Perbaikan pada USS Benfold selesai pada 8 Agustus 2026, dan kapal telah kembali bertugas normal, termasuk melakukan perjalanan ke Jepang. Penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan generator masih berlangsung guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Insiden ini juga membuka diskusi terkait kebijakan penempatan jangka panjang prajurit Angkatan Laut AS dan dampaknya terhadap kesehatan mental serta kesiapan operasional armada di kawasan strategis Indo-Pasifik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













