Prabowo Blak-blakan Soal Kebiasaan Bakar Hutan di NTT dan Penanganan Gempa dengan Dana Rp 200 Miliar
PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan alasan keputusan untuk tidak langsung mengunjungi lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal bencana. Prabowo memilih memantau dari pusat agar tidak mengganggu konsentrasi pemerintah daerah dan instansi terkait yang tengah fokus menangani keadaan darurat. Dalam kunjungannya pada 26 Agustus 2026, sekitar 11 hari setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Prabowo meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus menggelar rapat koordinasi penanganan bencana.
Prabowo juga mengumumkan penyaluran dana sebesar Rp 200 miliar untuk penanggulangan bencana gempa di NTT. Dana tersebut dialokasikan Rp 40 miliar untuk pemerintah provinsi dan Rp 20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur. Kepala BNPB memastikan dana tersebut telah diterima pemerintah daerah dengan ketentuan hanya digunakan untuk penanganan bencana dan kebutuhan warga terdampak.
Alasan Prabowo Tak Langsung Kunjungi Warga Usai Gempa
Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran pejabat pusat di lokasi bencana saat awal kejadian dapat mengalihkan perhatian aparat dan pemerintah daerah yang sedang fokus melayani masyarakat. Ia sengaja menahan diri agar proses penanganan tetap efektif dan tidak terpecah konsentrasi. Pemerintah pusat memantau situasi dari pusat sekaligus memastikan bantuan terus mengalir dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Penanganan Bencana dan Dukungan Logistik
Dalam rapat koordinasi, Prabowo mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan lumbung-lumbung logistik cadangan sebagai antisipasi keadaan darurat di masa depan. Pemerintah pusat siap membantu pembangunan gudang dan penyediaan persediaan makanan bagi provinsi dan kabupaten yang belum memiliki fasilitas tersebut. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang diberikan, yang sangat membantu dalam memperkuat penanganan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.
Perhatian Prabowo terhadap Kebiasaan Bakar Hutan di NTT
Selain fokus pada penanganan gempa, Prabowo turut menyoroti kebiasaan masyarakat NTT yang masih membuka lahan dengan cara membakar hutan. Dalam rapat di Kabupaten Nagekeo, Prabowo mengingatkan Gubernur NTT Melkiades Lakalena dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengenai berkurangnya jumlah pohon secara drastis akibat praktik pembakaran tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan dan pengelolaan lahan harus ditangani bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Prabowo menyatakan bahwa kebiasaan membakar hutan bukan hal baru, dan dirinya sudah mengetahui kondisi tersebut sejak masih bertugas sebagai prajurit TNI di wilayah timur Indonesia. Ia mengingatkan bahwa penanganan masalah ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan ekosistem setempat.
Langkah-langkah bersama antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mengatasi praktik pembakaran lahan serta pemulihan kondisi lingkungan di NTT, seiring dengan upaya penanganan dampak gempa bumi yang tengah berjalan.
Dengan pendekatan yang terkoordinasi dan dukungan dana yang memadai, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













