Anggota DPR Soroti Pilot Didakwa Selundupkan Buronan: Dia Asli Sunda, Bukan WNA
PlatMerah.com, Karawang – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti kasus yang menimpa Vidi Eskafaris Gumilang, seorang pilot asal Karawang yang didakwa menyelundupkan buronan asal Australia. Rieke menilai ada kejanggalan dalam dakwaan tersebut, terutama terkait status kewarganegaraan Vidi yang disebut sebagai WNA Australia, padahal ia adalah WNI asli Sunda.
Menurut Rieke, kasus ini berpotensi melibatkan jaringan kejahatan internasional yang lebih besar, seperti perdagangan narkotika, perdagangan orang, atau people smuggling yang dibungkus dengan kegiatan yang tampak elit. Ia mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas, bukan justru menyalahkan individu yang tidak memiliki kewenangan penuh atas manifes penerbangan.
Kritik Rieke Diah Pitaloka
Rieke menyampaikan kritiknya saat ditemui di Karawang pada Jumat (31/7). Ia menegaskan bahwa dakwaan jaksa terhadap Vidi terkesan dipaksakan. Vidi saat kejadian berstatus sebagai siswa penerbang yang sedang menjalani pelatihan, sehingga tidak memiliki wewenang untuk mengetahui atau mengatur manifes penumpang.
“Pilot dan co-pilot itu bertanggung jawab terhadap manifes kargo barang maupun manusia yang ada di pesawat. Tapi ingat, statusnya di sini tertulis adalah student pilot yang tidak punya kewenangan untuk mengetahui dan mengatur manifes siapa penumpangnya,” tegas Rieke.
Kejanggalan Status Kewarganegaraan
Hal yang paling disoroti Rieke adalah pencantuman status Vidi sebagai WNA Australia dalam lembar dakwaan. Padahal, Vidi adalah WNI asli dari Kabupaten Karawang dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Rieke yang mengenal keluarga Vidi membantah keras informasi tersebut.
“Bener, gua kenal sama keluarganya orang Karawang. Vidi itu orang Indonesia, sukunya Sunda, orang Karawang, orang tuanya masih di Karawang, paspornya dibuat di imigrasi Tangerang,” ujarnya.
Dorongan untuk Mengusut Jaringan Internasional
Rieke meminta agar penegak hukum tidak fokus menyalahkan rakyat kecil atau peserta pelatihan semata. Ia mendorong aparat untuk mengusut potensi jaringan kejahatan internasional yang mungkin berada di balik kasus ini. Menurutnya, masalah keimigrasian bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut kedaulatan serta pertahanan dan keamanan negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











