Rombongan Pesilat Demo di Polres Surabaya, Minta Usut DC Bacok Petugas Valet

Rombongan Pesilat Demo di Polres Surabaya, Minta Usut DC Bacok Petugas Valet

PlatMerah.com, Surabaya – Ribuan anggota kelompok silat menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, Surabaya, Jumat (3/1). Aksi ini merupakan buntut dari dugaan pembacokan yang dilakukan debt collector (DC) kepada petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.

Massa aksi yang mayoritas mengenakan seragam silat hitam itu berkumpul sejak pukul 15.00 WIB. Mereka membawa bendera logo perguruan silat dan satu mobil komando terparkir di depan Mapolrestabes. Petugas gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang untuk mengamankan jalannya aksi.

Tuntutan Massa

Dalam orasinya, salah satu orator menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kritik terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oknum debt collector. “Kami mengkritik aksi debt collector yang melakukan kekerasan kepada saudara kami. Yang menjadi kebiadaban premanisme yang berkedok debt collector,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa massa tidak ingin mengganggu ketertiban, tetapi mereka menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara objektif. “Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum. Kami percaya hukum yang adil menjaga kepercayaan publik,” tambahnya.

Konvoi Menuju Markas DC

Sekitar pukul 15.30 WIB, massa perlahan meninggalkan Mapolrestabes dan melakukan konvoi menuju markas DC di Jalan Teuku Umar, Surabaya. Namun, aparat gabungan telah melakukan penyekatan di sekitar Jalan Teuku Umar sehingga massa tidak dapat masuk ke area tersebut.

Massa kemudian memblokade Jalan Kartini, dekat Jalan Teuku Umar, sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah beberapa saat, massa mulai membubarkan diri dan meninggalkan Jalan Kartini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus pembacokan tersebut. Namun, aksi ini menunjukkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum debt collector.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup