Dampak Disbarment Pritam Singh dan Isu Peralatan Medis Tak Terpakai di Rumah Sakit Pemerintah Delhi
PlatMerah.com – Disbarment Pritam Singh sebagai advokat di Singapura menimbulkan sorotan terhadap karier politiknya, namun analis menyatakan hal ini tidak akan banyak memengaruhi posisi politiknya yang sudah lama mendapat perhatian publik. Di sisi lain, di India, mantan pemain hoki Pritam Siwach menyaksikan putranya membuat debut Piala Dunia, memenuhi mimpi yang belum terwujud dari masa lalu. Sementara itu, di Delhi, India, Mahkamah Tinggi mengkritik keras banyaknya peralatan medis penting seperti ventilator dan konsentrator oksigen yang tidak terpakai di rumah sakit pemerintah.
Disbarment Pritam Singh dan Dampaknya pada Karier Politik
Pritam Singh, Ketua Workers’ Party di Singapura, secara resmi dicabut izin praktiknya sebagai advokat dan solicitor setelah sidang disipliner. Keputusan ini merupakan cerminan sikap tegas sistem hukum Singapura terhadap pelanggaran kejujuran, khususnya karena Singh pernah dihukum karena berbohong kepada komite parlemen terkait kesaksian mantan anggota parlemen Raeesah Khan.
Meski demikian, analis politik menyatakan bahwa keputusan ini hanya memberikan dampak minimal terhadap citra politik Singh. Masyarakat Singapura telah mengalami kelelahan politik setelah berbagai kontroversi yang melibatkan Singh selama bertahun-tahun, termasuk pengawasan parlemen, proses hukum, dan tantangan internal dalam partainya.
Pritam Siwach dan Kebanggaan Keluarga di Piala Dunia Hoki
Di dunia olahraga, mantan pemain hoki India, Pritam Siwach, akan menyaksikan putranya, Yashdeep, melakukan debutnya di Piala Dunia hoki senior di Belanda, 28 tahun setelah dirinya tampil di ajang yang sama. Momen ini menjadi kenangan emosional dan kesempatan bagi Yashdeep untuk mewujudkan mimpi yang belum tercapai oleh ibunya.
Yashdeep, yang berposisi sebagai bek, telah menunjukkan performa dan kesiapan di tim senior sejak debutnya pada 2022. Pritam Siwach mengungkapkan harapannya bahwa tim hoki India akan pulang dengan medali, mengingat persiapan dan kekuatan tim yang solid.
Mahkamah Tinggi Delhi Kritik Peralatan Medis yang Tidak Terpakai
Mahkamah Tinggi Delhi menyoroti kondisi memprihatinkan di sejumlah rumah sakit pemerintah, termasuk Guru Teg Bahadur (GTB) Hospital, yang memiliki ratusan ventilator dan konsentrator oksigen yang tidak digunakan. Peralatan ini, yang sebagian besar diperoleh selama pandemi COVID-19, kini dianggap surplus dan dibiarkan menganggur.
Selain GTB Hospital, rumah sakit lain seperti Delhi State Cancer Institute, Deen Dayal Upadhyay Hospital, dan Chaudhary Brahm Prakash Ayurved Charak Sansthan juga menghadapi masalah serupa dengan sejumlah alat medis penting yang tidak dimanfaatkan. Mahkamah mempertanyakan alasan peralatan canggih produksi perusahaan ternama dibiarkan tidak berfungsi, padahal dapat sangat membantu layanan kesehatan masyarakat.
Kasus ini menjadi bagian dari pemantauan rutin Mahkamah Tinggi terhadap layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah Delhi melalui proses suo motu.
Ketiga isu ini memperlihatkan dinamika berbeda dalam bidang hukum, olahraga, dan kesehatan di Asia, yang masing-masing memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat dan pemerintahan setempat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













