Ribut di Ruang Sidang, Ada yang Teriak ‘Tolak Praperadilan Febrie’

Ribut di Ruang Sidang, Ada yang Teriak 'Tolak Praperadilan Febrie'

PlatMerah.com, Jakarta – Sidang praperadilan yang diajukan mantan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berlangsung ricuh, Rabu (2 September 2026). Kericuhan terjadi setelah pihak termohon selesai menyampaikan tanggapan atas gugatan praperadilan tersebut.

Kericuhan di Ruang Sidang

Suasana sidang mendadak gaduh ketika sejumlah orang yang hadir di ruang sidang berteriak meminta hakim menolak gugatan praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah. Teriakan “Tolak praperadilan Febrie” dan “Adili Febrie” berkali-kali terdengar di ruang sidang, disertai dengan pembawaan poster bertuliskan “Bersihkan Kejaksaan dari Mafia” disertai foto Febrie.

Petugas keamanan segera bertindak cepat dengan mengamankan dan mengeluarkan para pengunjuk rasa tersebut dari ruang sidang untuk menjaga ketertiban proses persidangan.

Agenda Sidang dan Gugatan Febrie Adriansyah

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan jawaban pihak termohon atas gugatan praperadilan yang diajukan Febrie. Pihak termohon dalam perkara ini adalah Polda Metro Jaya, Kortastipidkor Polri, dan Kejaksaan Agung.

Dalam permohonannya, Febrie meminta hakim membatalkan status tersangka yang disematkan kepadanya. Ia mengklaim bahwa proses hukum yang dijalani tidak sesuai prosedur dan terdapat cacat hukum. Selain itu, Febrie juga meminta hakim menyatakan penggeledahan dan penyitaan barang dari rumahnya di Sentul tidak sah.

Febrie menambahkan bahwa foto keluarganya yang ikut disita oleh penyidik tidak ada kaitannya dengan perkara dan meminta agar dikembalikan.

Reaksi Majelis Hakim

Menyikapi kericuhan tersebut, majelis hakim memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengunjung sidang untuk menjaga ketertiban selama persidangan berlangsung agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil.

Konteks dan Pentingnya Sidang Praperadilan

Sidang praperadilan merupakan tahap penting dalam proses hukum untuk menguji keabsahan penetapan tersangka dan tindakan penyidik. Sidang ini menjadi momen bagi Febrie Adriansyah untuk mempertahankan hak-haknya secara hukum terhadap tudingan yang dialamatkan kepadanya. Perkembangan persidangan ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh penting dan institusi penegak hukum seperti Polda Metro Jaya, Polri, dan Kejaksaan Agung.

Proses hukum yang transparan dan sesuai prosedur sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup