Sherly Tjoanda Curhat ke DPR Soal PHP Sertifikasi Tanah, Gubernur dan Netizen Ramai Komentar Foto Duduk Berdampingan
PlatMerah.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengungkapkan keluhannya kepada DPR terkait proses panjang sertifikasi tanah seluas 16 ribu hektare yang belum juga selesai selama satu tahun. Di sisi lain, Sherly dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi perhatian netizen setelah mengunggah foto duduk berdampingan dalam sebuah rapat resmi.
Sherly Tjoanda menyampaikan keluhan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 15 September 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan sertifikasi dan redistribusi tanah objek reforma agraria (TORA) seluas 16 ribu hektare sejak akhir 2025 melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN). Namun, hingga kini belum ada kejelasan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II DPR Rifqinizami Karsayuda menyoroti lamanya proses yang dialami Sherly. Bahkan Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan turut hadir dan mendapat sorotan saat Sherly disebut mengalami perlakuan ‘PHP’ (Pemberi Harapan Palsu) selama satu tahun terkait pengajuan sertifikasi tanah tersebut.
Foto Duduk Berdampingan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Jadi Sorotan
Di tengah perbincangan politik dan sertifikasi tanah, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menarik perhatian publik melalui unggahan foto berdampingan di media sosial. Foto tersebut diambil saat keduanya mengikuti rapat bersama pimpinan DPR RI dan Mendagri Tito Karnavian pada 15 September 2026.
Kedua gubernur yang berstatus janda dan duda ini terlihat duduk berdampingan, dan unggahan mereka masing-masing mendapat respons positif dari netizen. Banyak komentar berisi doa dan harapan agar keduanya cocok, bahkan berjodoh, meski komentar jenaka seperti ‘awas cinlok’ juga muncul.
Postingan Gubernur Sherly Tjoanda lebih dulu diunggah dengan total 11 foto, termasuk tiga foto yang memperlihatkan kedekatannya dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Tak lama kemudian, akun Ahmad Luthfi juga membagikan foto serupa sebagai unggahan utama. Kedua postingan tersebut mendapatkan ribuan komentar dan ratusan ribu likes.
Konteks dan Dampak dari Keluhan Sertifikasi Tanah
Permasalahan sertifikasi tanah yang disampaikan Sherly Tjoanda mencerminkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pengelolaan aset tanah reforma agraria. Tanah objek reforma agraria yang belum tersertifikasi dapat berdampak pada ketidakpastian hukum dan menghambat redistribusi tanah kepada masyarakat yang berhak.
Keluhan ini juga menunjukkan perlunya percepatan proses administrasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian ATR/BPN agar program reforma agraria dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.
Di sisi lain, momen kebersamaan antara Gubernur Sherly dan Gubernur Ahmad Luthfi yang mendapat respon hangat dari masyarakat menunjukkan sisi humanis para pemimpin daerah yang juga menjadi perhatian publik.
Dengan demikian, isu sertifikasi tanah serta interaksi positif antar kepala daerah menjadi sorotan penting yang memberikan gambaran dinamika pemerintahan dan hubungan sosial di tingkat regional dan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














