Danantara Siapkan Langkah Besar: Dirikan Perusahaan Leasing Pesawat Sendiri
Plat Merah – Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa Danantara tengah mengkaji rencana pembentukan perusahaan penyewaan pesawat terbang (leasing) sendiri. Langkah ini diambil seiring dengan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dony Oskaria sebut Danantara berencana buka perusahaan penyewaan pesawat terbang sebagai bagian dari strategi penguatan sektor penerbangan nasional.
Dalam pernyataannya usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6), Dony menjelaskan bahwa pembelian 50 unit pesawat Boeing memerlukan pertimbangan matang. “Kami sedang mengkaji juga kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa berbagai aspek seperti waktu kedatangan pesawat, model bisnis, hingga skema pembiayaan sedang dievaluasi untuk memastikan keputusan yang paling menguntungkan.
Dony Oskaria sebut Danantara berencana buka perusahaan penyewaan pesawat terbang dengan tujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan armada Garuda Indonesia. Menurutnya, dengan proyeksi pertumbuhan penerbangan Indonesia yang pesat, memiliki perusahaan leasing sendiri akan lebih efisien dibandingkan menyewa dari pihak ketiga. “Sedang dijajaki possibility untuk kita memiliki leasing company sendiri. Karena dengan pengembangan nanti Garuda Indonesia ke depan, itu akan lebih efektif bagi kita untuk memiliki itu,” jelas Dony dalam kesempatan terpisah di Jakarta, Rabu (10/6).
Meski demikian, Dony menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap kajian mendalam. Belum ada keputusan final terkait pembentukan perusahaan leasing tersebut. “Ini sedang dikaji, tapi semuanya harus hati-hati, dikaji dengan baik. Dikaji mana pilihan terbaik, itu yang akan kita lakukan,” tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa jika perusahaan leasing jadi dibentuk, operasionalnya akan berjalan seperti perusahaan leasing pada umumnya, yaitu menyediakan pembiayaan untuk pembelian pesawat. “Leasing itu adalah financingnya. Jadi yang beli Garuda tapi pembiayaannya dilakukan oleh leasing company,” ujarnya.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat kondisi keuangan Garuda Indonesia sekaligus memberikan manfaat luas bagi sektor jasa keuangan nasional. Dony Oskaria sebut Danantara berencana buka perusahaan penyewaan pesawat terbang sebagai salah satu opsi strategis dalam pengembangan bisnis penerbangan. Ia optimistis keputusan yang diambil nantinya akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam mendukung konektivitas udara yang semakin meningkat.
Kesimpulannya, rencana pendirian perusahaan leasing pesawat oleh Danantara menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi BUMN, khususnya di sektor penerbangan. Dengan kajian yang cermat, langkah ini diharapkan mampu menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mendorong pertumbuhan industri penerbangan tanah air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









