Sosok Dian Mulia Wardhana, Drummer Band Supernova yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Unsoed
PlatMerah.com, Purwokerto – Dian Mulia Wardhana, dikenal sebagai drummer band Supernova asal Purwokerto, Jawa Tengah, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Selain Dian, lima orang lainnya juga menjadi tersangka dalam kasus ini, termasuk Rektor Unsoed dan Wakil Rektor III.
Penetapan Dian sebagai tersangka berdasarkan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menunjukkan adanya dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dian berperan sebagai perantara dalam permintaan uang sebesar Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa, yang merupakan pungutan di luar biaya resmi pendidikan seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Latar Belakang Dian Mulia Wardhana
Dian Mulia Wardhana, yang juga dikenal dengan nama panggung Katink atau Cutting, bukan hanya dikenal karena keterlibatannya di dunia musik sebagai drummer band Supernova, tetapi juga sebagai staf khusus Wakil Rektor III Unsoed. Band Supernova sendiri berasal dari Purwokerto dan sempat vakum sebelum kabar ini mencuat kembali ke publik.
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini, tiga di antaranya pejabat kampus yaitu Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayoga, dan Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto. Selain Dian, dua tersangka lain dari pihak swasta adalah Adhi Wiharto, politisi Gerindra Banyumas, dan Mulyono, keponakan Rektor Unsoed.
Kasus Dugaan Korupsi Jalur Mandiri di Unsoed
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 20 Agustus 2026 di Purwokerto dan Jakarta. Tersangka diduga memainkan peran sebagai makelar suap yang meminta dan menerima uang dari orang tua calon mahasiswa baru yang ingin masuk melalui jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed.
Pungutan ilegal ini menjadi beban tambahan di luar biaya resmi pendidikan, yang dianggap memberatkan bagi calon mahasiswa. KPK menegaskan bahwa tindakan ini termasuk dalam kategori tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan gratifikasi.
Dampak Terhadap Band Supernova
Penetapan Dian sebagai tersangka turut berdampak pada band Supernova. Vokalis Supernova, Angga, mengungkapkan bahwa pihak band mengetahui kabar ini pertama kali dari pemberitaan media dan segera melakukan konfirmasi internal. Kabar ini menjadi perhatian serius bagi anggota band, mengingat Dian adalah bagian penting dalam formasi mereka.
Reaksi dan Tanggapan Publik
Kasus korupsi di Unsoed ini mendapat sorotan luas, terutama terkait sistem penerimaan mahasiswa jalur mandiri yang dinilai rawan penyimpangan. Pengamat pendidikan bahkan mengusulkan agar jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri dihapuskan untuk mencegah potensi korupsi. Sebagai alternatif, seleksi mahasiswa baru dinilai lebih objektif jika dilakukan melalui jalur undangan dan tes bersama secara nasional, dengan subsidi silang untuk pembiayaan perguruan tinggi.
Proses Hukum dan Penahanan
Semua tersangka, termasuk Dian Mulia Wardhana, telah ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama sejak 21 Agustus hingga 9 September 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam memberantas korupsi di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kasus ini menjadi peringatan penting terkait transparansi dan integritas dalam penerimaan mahasiswa baru, serta peran aktif semua pihak dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













