Pramono Saya Tak Malu Lanjutkan Program Gubernur Sebelumnya demi Jakarta
PlatMerah.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis oleh gubernur-gubernur sebelumnya demi kemajuan dan kesejahteraan warga Jakarta. Ia menepis anggapan bahwa pemimpin baru kerap berhenti meneruskan proyek lama karena ego, dengan menegaskan bahwa selama program tersebut membawa manfaat, dirinya tidak akan ragu untuk melanjutkannya.
Komitmen Melanjutkan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam acara Workshop Nasional Creativity Day for Teachers yang digelar di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Pramono mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam pemerintahan adalah sikap ego pemimpin baru yang tidak ingin meneruskan program pendahulu. Namun, ia menolak pendekatan tersebut dan bertekad meneruskan program dari para gubernur sebelumnya seperti Sutiyoso, Ali Sadikin, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga Joko Widodo, apabila program tersebut berdampak positif bagi Jakarta.
Penataan Kawasan Rasuna Said dan Pembongkaran Tiang Monorel
Pramono mencontohkan salah satu keberhasilan pemerintahannya dalam melanjutkan pembangunan dengan membongkar tiang monorel yang mangkrak selama 22 tahun di Jalan HR Rasuna Said. Proyek monorel yang sempat terhenti sejak 2004 ini akhirnya dibongkar, sehingga menata ulang kawasan tersebut menjadi lebih rapi dan menurunkan tingkat kemacetan secara signifikan.
Penyempurnaan Akses Jakarta International Stadium (JIS)
Selain itu, Pramono juga memfokuskan perbaikan terhadap akses menuju Jakarta International Stadium (JIS) yang dibangun pada masa pemerintahan Anies Baswedan. Ia menjelaskan bahwa persoalan utama JIS bukan pada bangunannya, melainkan akses dan fasilitas parkir yang menyebabkan kemacetan saat event digelar. Oleh karena itu, Pemprov DKI menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol melalui jalur sepanjang sekitar 350 meter untuk memanfaatkan kantong parkir di Ancol yang berkapasitas besar. Selain itu, Stasiun JIS kini sudah terintegrasi dengan layanan KRL sehingga memudahkan akses dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Pengembangan Transportasi Massal: MRT dan LRT Jakarta
Pramono juga menegaskan kelanjutan proyek transportasi massal di Jakarta. Pembangunan MRT Jakarta yang dimulai pada masa Fauzi Bowo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, akan terus dilanjutkan hingga Harmoni pada 2027 dan sampai Kota Tua pada 2029, sehingga menjadi tulang punggung transportasi publik ibu kota.
Selain MRT, pembangunan LRT Jakarta yang dimulai pada era Basuki Tjahaja Purnama juga akan diteruskan. Jalur LRT dari Kelapa Gading ke Velodrome kini diperpanjang sampai Manggarai. Proyek LRT sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ini ditargetkan diresmikan pada Agustus 2026 dan diproyeksikan melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari.
Peran Lanjutan dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Jakarta
Dengan melanjutkan program-program tersebut, Pramono Anung berupaya memastikan pembangunan Jakarta berjalan konsisten dan berkelanjutan tanpa terhambat oleh perubahan kepemimpinan. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan akses transportasi bagi warga Jakarta, sehingga mendukung kualitas hidup yang lebih baik di ibu kota.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













