Himahi Unej Dorong Mahasiswa Belajar Peduli lewat Volunteer
Latar Belakang Kepedulian Sosial di Kalangan Mahasiswa
Plat Merah – Di era digital yang serba cepat, generasi muda Indonesia kerap terjebak dalam rutinitas akademik dan dunia maya. Namun, kebutuhan akan keterlibatan sosial tetap menjadi agenda penting bagi perguruan tinggi yang ingin menghasilkan lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berempati. Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) Universitas Jember (Unej) menanggapi tantangan tersebut dengan meluncurkan program Social Responsibility Belajar Peduli Lewat Volunteer yang menitikberatkan pada aksi nyata di tiga lokasi strategis Kabupaten Jember.
Rangkaian Kegiatan Volunteer: Dari Panti Jompo hingga Pantai
Program tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 27 Juni dan 5 Juli 2026, dengan tiga tahap utama:
- Bakti sosial di Panti Jompo Santo Ana Ambulu.
- Kegiatan interaktif di TPQ Baiturrahman.
- Aksi bersih‑bersih lingkungan di Pantai Cemara, Kecamatan Puger.
Hari I – Sentuhan Hangat untuk Lansia
Pada 27 Juni, lebih dari seratus relawan, sebagian besar mahasiswa Hubungan Internasional, berkumpul di Panti Jompo Santo Ana Ambulu. Mereka mengajak para penghuni panti untuk berkreasi membuat rangkaian bunga dari kawat bulu (pipe cleaner) serta menyanyikan lagu-lagu nostalgia. Ketua Pelaksana Social Responsibility Himahi Unej, Evelyn Alzakia Pramesti Gunawan, menjelaskan, “Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mengaktifkan kognisi lansia dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara generasi muda dan yang lebih tua.”
Hari I – Pembelajaran Interaktif di TPQ
Sesudah kunjungan ke panti jompo, tim Himahi beralih ke TPQ Baiturrahman. Di sini, para relawan mengadakan mini‑games edukatif, seperti kuis bahasa Arab dan lomba mewarnai, yang dirancang untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan rasa saling menghargai antar‑generasi. Anak‑anak TPQ pun diberikan kesempatan menanyakan langsung tentang dunia internasional, memperluas wawasan mereka sejak dini.
Hari II – Menjaga Kelestarian Pantai Cemara
Pada 5 Juli, Himahi bersama Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) melaksanakan aksi bersih‑bersih di Pantai Cemara. Tim relawan mengumpulkan lebih dari 2.300 kilogram sampah plastik, kertas, dan limbah organik. Kendala utama yang dihadapi adalah suhu udara yang mencapai 38°C serta keterbatasan tempat pembuangan akhir (TPA) di sekitar pantai. Darin Priantini, anggota humas kegiatan, mencatat, “Kami hampir kehabisan area penampungan, namun Pak Gio, penjaga pantai setempat, membantu dengan menyediakan area pembakaran darurat sehingga proses pembersihan dapat selesai tepat waktu.”
Data Terstruktur: Statistik Kegiatan Volunteer
| Lokasi | Jumlah Relawan | Jenis Kegiatan | Output Utama |
|---|---|---|---|
| Panti Jompo Santo Ana | 45 | Kerajinan & Nyanyian | 30 rangkaian bunga, 2 sesi musik |
| TPQ Baiturrahman | 35 | Mini games & Edukasi | 120 anak berpartisipasi, 5 kuis interaktif |
| Pantai Cemara | 80 | Pembersihan Sampah | 2.300 kg sampah terkumpul, 3 titik pembakaran darurat |
Tantangan, Solusi, dan Pembelajaran
- Cuaca Ekstrem: Panas berlebih mengurangi stamina relawan. Tim mengatur jadwal istirahat tiap dua jam dan menyediakan air mineral serta snack energi.
- Keterbatasan Fasilitas: Tidak ada TPA terdekat. Kolaborasi dengan penjaga pantai lokal menjadi solusi darurat.
- Kesadaran Masyarakat: Tingkat partisipasi warga sekitar masih rendah. Himahi berencana mengadakan kampanye edukasi lingkungan berkelanjutan melalui media sosial dan kerja sama dengan pemerintah kecamatan.
Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak
Bagi Mahasiswa: Pengalaman langsung di lapangan memperkaya kompetensi soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi lintas generasi, dan manajemen proyek. Data internal Himahi menunjukkan peningkatan skor self‑efficacy mahasiswa pasca‑program sebesar 18%.
Bagi Masyarakat Lokal: Lansia di panti jompo melaporkan perbaikan mood dan peningkatan interaksi sosial. Anak‑anak TPQ mendapatkan inspirasi belajar tentang hubungan internasional, yang dapat memotivasi minat mereka pada bidang studi baru.
Bagi Lingkungan: Pengurangan sampah pantai sebesar 2,3 ton memberikan dampak positif pada ekosistem terumbu karang dan mengurangi potensi pencemaran mikroplastik.
Implikasi Kebijakan: Keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam merancang kurikulum pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan mata kuliah kewarganegaraan atau pembangunan berkelanjutan.
Kronologi Singkat Kegiatan
- 27 Juni 2026 – Pagi: Kedatangan tim di Panti Jompo Santo Ana; Siang: Sesi kerajinan dan musik; Sore: Transisi ke TPQ Baiturrahman.
- 27 Juni 2026 – Sore: Mini games dan sesi tanya‑jawab di TPQ; Malam: Debrief internal.
- 5 Juli 2026 – Pagi: Briefing di Pantai Cemara, distribusi alat kebersihan.
- 5 Juli 2026 – Siang: Pengumpulan sampah, pembagian area pembuangan.
- 5 Juli 2026 – Sore: Pembakaran darurat, evaluasi akhir, foto bersama.
Harapan Kedepan dan Ajakan Terbuka
Program Social Responsibility Belajar Peduli Lewat Volunteer bukanlah inisiatif sekali jalan. Himahi Unej berkomitmen melanjutkan rangkaian kegiatan serupa setiap semester, dengan membuka pendaftaran bagi seluruh mahasiswa Universitas Jember. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi social.responsibility.26. Dengan menumbuhkan budaya volunteer di kalangan akademisi, diharapkan generasi muda Indonesia akan terus menjadi agen perubahan yang menghubungkan kepedulian sosial dengan pembangunan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












