Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, 1.280 Lulusan SMA-SMK-MA Jawa Barat Diberi Pelatihan
PlatMerah.com, Bandung – Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK, dan MA asal Jawa Barat berhasil lolos seleksi dan mengikuti Program SMK Go Global. Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Pelatihan di Berbagai Lembaga Vokasi
Para peserta mengikuti pelatihan di sejumlah lembaga vokasi di Jawa Barat, antara lain Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut, Universitas Indonesia (UI), Migran Center Universitas Teknologi Bandung (UTB), Migran Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, STIKES Budi Luhur, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.
Materi pelatihan mencakup operasional produksi, manufaktur, bahasa Inggris, serta keterampilan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global. Di UTB khususnya, terdapat 180 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat dan juga Banjarnegara, Jawa Tengah, yang memperoleh pelatihan teknis dan bahasa asing seperti Inggris, Korea, dan Jepang.
Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara kementerian terkait, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya memperluas kolaborasi ini ke seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Barat agar akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi generasi muda dapat semakin meluas.
Selain itu, jejaring perguruan tinggi swasta melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) juga diperkuat untuk mendukung program ini. Pemerintah berencana melibatkan seluruh komponen wilayah mulai dari 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, hingga 5.927 desa/kelurahan untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menyeluruh.
Fokus pada Manfaat Nyata bagi Peserta
Herman menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari durasi pelatihan atau administrasi anggaran, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi peserta. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri tetapi juga penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membantu keluarga, dan modal usaha setelah kembali ke Indonesia.
Proses pelatihan dilakukan secara serius dengan penguatan pola pikir dan mental peserta agar mampu menghadapi tantangan di negara tujuan. Mental model peserta dibangun agar pantang menyerah dan semangat maju terus terjaga selama pelatihan dan bekerja di luar negeri.
Akses Sebagai Kunci Peningkatan Daya Saing
Menurut Herman, akses yang terbuka menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing generasi muda Jawa Barat. Akses ini mencakup peningkatan kapasitas, pelatihan, permodalan, hingga penempatan kerja di dalam dan luar negeri. Pemerintah bersama perguruan tinggi berkomitmen membuka akses seluas-luasnya agar seluruh anak muda mendapat kesempatan yang sama.
Jika kolaborasi ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Jawa Barat menjelang tahun 2029.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












